MAJAS DALAM NOVEL PERANG KARYA PUTU WIJAYA

Munaris

 

 

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan majas dan fungsi majas dalam novel Perang karya Putu wijaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Da­ta dianalisis dengan teknik kualitatif. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan berpedoman dengan teori-teori yang ada, namun tidak mengabaikan temuan-temu­an  yang di luar teori.

 

Majas yang terdapat dalam novel Perang adalah Metafora, Simile, Hiperbola, Repetisi, Klimaks, Sinekdoke, Sarkasme, Anafora, Sinisme, Ironi, Eufemisme, Paradoks, Tautologi, dan Antiklimaks.

 

Fungsi majas dalam novel  Perang, yaitu untuk kesan indah, menguatkan ekpresi yang ingin disampaikan. Khusus berkaitan dengan penokohan dan setting, majas-majas yang digunakan untuk mendeskripsikan tokoh menimbulkan kesan tokoh-tokoh tampak hidup meskipun tokoh-tokoh tersebut sangat fantastik. Setting yang ingin digambarkan semakin jelas dengan majas-majas yang digunakan. 

 

Berdasarkan cermatan peneliti, tampaknya perlu dilakukan penelitian mengenai perbandingan novel Perang karya Putu Wijaya dengan cerita Baratayuda versi pewayangan (baik India maupun Jawa), kefantasian novel Perang karya Putu Wijaya, dan/atau meneliti unsur intristik dan unsur ekstrinsiknya.


%d bloggers like this: